chat kami : +6289660924313

Original post : https://www.balipuspanews.com/rs-dharma-kerthi-gelar-temu-wirasa-dengan-pasien-gangguan-jiwa.html?fbclid=IwAR2SiYr3KIueOFfH3zTlyH8U_Csz-isN382d-CBScvcT1Auy-I3o4CN_Rls
TABANAN, balipuspanews.com – Ada sebuah program menarik serta kental dengan nilai persaudaraan dan kemanusiaan yang digelar secara rutin oleh Rumah Sakit Dharma Kerthi (RSDK) Tabanan.
Program tersebut tiada lain program temu wirasa pihak pengelola RSDK dengan keluarga dan pasien skizofrenia.
“Ya, kami secara rutin dua kali sebulan menggelar temu wirasa dengan keluarga dan pasien skizofrenia,” kata dr. IGNB. Mahayasa, Sp.Kj selaku komisaris RSDK yang sekaligus juga dokter psikiatri, Rabu (18/12) melalui telepon selulernya.
Mahayasa menjelaskan, kegiatan temu wirasa ini bertujuan agar pasien dan keluarganya lebih memahami tentang gangguan kejiwaan yang dihadapi pasien.
Sementara itu diharapkan paham mengenai cara mengatasi dan mencari solusi bila pasien kambuh.
Temu wirasa ini imbuhnya, juga sebagai upaya agar pasien yang sudah sembuh akan lebih memahami kondisi kejiwaannya sendiri. Dengan itu diharap bisa dilakukan pencegahan terhadap kemungkinan pasien kembali kambuh.
“Dengan program ini, pasien yang sudah sembuh akan lebih memahami kondisi dirinya dan memahami gejala pra kambuh. Sehingga ini bisa mencegah kambuhnya secara berulang,” jelasnya.
Yang jelas imbuhnya, program ini sangat bermanfaat untuk menekan kambuhnya pasien. Teknisnya dengan melatih kontrol emosi pasien dan kontrol keteraturan minum obat. Tidak kalah pentingnya mengajak keluarga pasien dan masyarakat untuk mencegah memberi stigma buruk terhadap pasien.
“Dengan itu dapat mempercepat proses kesembuhan mental dan sosial pasien yang pada akhirnya pasien bisa kembali beraktifitas normal ditengah-tengah masyarakat,” terangnya.
Menariknya lanjut aktivis Kopi Kental ini, program ini kini menjadi program terobosan di RSDK. Terlebih lagi telah dibentuknya kelompok penderita dan keluarga skizoprenia dan mendapat respon yang sangat positip baik dari pasien maupun keluarga pasien.
Lebih jauh lagi Mahayasa mengatakan bahwa nantinya akan ada kelompok dari masing-masing pasien. Misalnya kelompok pasien diabetes, hipertensi dan sebagainya serta juga secara rutin akan menggelar temu wirasa. Tujuannya agar sesama pasien bisa saling bertukar pengalaman.
“Astungkara kelompok-kelompok pasien itu bisa segera terwujud karena RSDK senantiasa mengedepankan pelayanan dengan hati dan tulus agar pasien dapat tersembuhkan secara komprehensif,” tutupnya. (Rah/BPN/ tim)